Sejarah Desa Lamoncong berawal dari munculnya tiga sosok manusia (Alebbireng) di wilayah Sapiri, yaitu seorang perempuan dan dua orang Bissu. Sosok perempuan tersebut dinobatkan menjadi Ratu dan diberi nama Lamoncong, yang bermakna kerajaan yang memerdekakan masyarakat dari perbudakan (To Mappideceng). Ratu I (Bossar) melahirkan Rebba Dg. Pasanre (Raja II), dan silsilah ini berlanjut hingga Raja ke-XI (Pance Dg. Pagau).
Sebagai simbol peradaban dan sejarahnya, Desa Lamoncong memiliki dua rumah adat (Salassa dan Sarajae) serta situs makam Raja-Raja di Bulu Lamoncong. Dari sejarah panjang sebagai kerajaan independen, Lamoncong sempat bergabung menjadi salah satu dusun di Desa Langi, sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Desa Persiapan pada tahun 1993 dan resmi menjadi Desa Definitif pada tahun 1999. Saat ini, Desa Lamoncong terbagi atas dua wilayah kedukuhan, yaitu Dusun Bakung dan Dusun Lamoncong.
Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan, artinya bahwa adapun Visi Desa Lamoncong untuk periode 2022 - 2029 adalah “TERWUJUDNYA DESA LAMONCONG YANG SEHAT, MANDIRI, SEJAHTERA DAN PRODUKTIF ”
Rumusan Visi di atas mencakup empat pokok visi yakni “Masyarakat Lamoncong yang Sehat, Mandiri, Sejahtera, dan Produktif”. Makna dari empat pokok visi tersebut adalah :
Sehat dapat dimaknakan Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan memperluas aksebilitas dan peran serta masyarakat khususnya generasi muda.
Mandiri dapat dimaknakan Terciptanya masyarakat difable dan marginal yang berkualitas untuk mewujudkan kualitas manusia mandiri berbasis nilai-nilai agama dan kearifan lokal.
Sejahtera dapat dimaknakan terciptanya pemerataan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup berkelanjutan dalam aspek ekonomi, politik, sosial budaya, lingkungan hidup di dukung infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Produktif dapat dimaknakan masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan hidup berkelanjutan dalam sektor pertanian dan perekonomian.
Kemandirian & Kesehatan: Mendorong kemandirian masyarakat Desa Lamoncong untuk menciptakan budaya lingkungan sehat.
Infrastruktur: Peningkatan kualitas infrastruktur desa yang memadai.
Ekonomi & BUMDes: Optimalisasi BUMDes dan pengembangan pelaku usaha kecil untuk peningkatan kesejahteraan warga dan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Pertanian & Peternakan: Pengembangan potensi peternakan dan pertanian desa.
Sumber Daya Manusia: Meningkatkan SDM melalui pembinaan keagamaan, pendidikan, pelatihan, olahraga, pertanian, peternakan, kesehatan, dan sosial budaya.
Kelembagaan: Memperkuat fungsi Lembaga Kemasyarakatan Desa (BPD, PKK, Karang Taruna, dll.).
Luas Wilayah : ± 29,42 km
Terbagi menjadi 2 Dusun (Bakung & Lamoncong) serta 4 RT.
Jumlah Penduduk : 450 Jiwa
Terdiri dari 210 Laki-laki dan 240 Perempuan (133 Kepala Keluarga).
Jarak ke Kecamatan : ± 39 km
Terletak di Kecamatan Bontocani, berjarak ± 120 km dari ibukota Kabupaten Bone.
Lahan Pertanian/Perkebunan : 362 Hektar
Terdiri dari 237 Ha kebun/ladang dan 125 Ha persawahan.